Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Agustus 2014

Tenun Biru

BY Unknown IN , , , , , , No comments

Judul: Tenun Biru
Penulis: Ugi Agustono J.
Kategori: Novel
Penerbit: Nuansa Cendekia, 2012
Tebal: 362 Halaman
Harga: Rp39.000


Ini adalah feature yang ditulis sebagai fiksi. ~Remy Sylado

 Ketika membaca sampul belakang buku ini untuk pertama kali, saya memantapkan hati. Nama besar Remy Sylado yang terpampang membuat saya yakin. Penikmat sastra yang baik, pasti mengenali karya maha dasyatnya. Apa lagi yang bisa menjadi jaminan jika salah satu sastrawan terbaik berkomentar atasnya.

Novel Tenun Biru dituliskan oleh Ugi Agustono J. Terbagi dalam 15 bab sebanyak 362 halaman. Lumayan tebal untuk dihabiskan dalam sehari. Benarlah yang dikatakan Remy Sylado. Sejak halaman awal, saya seperti merasa berada di atas tumpukan feature. Kisah ini dibuka manis dengan kegiatan sosial seorang perempuan urban dari sebuah Gang Kumuh di Jakarta.

Ratna, nama tokoh utama dalam novel ini. Digambarkan sebagai perempuan yang sempurna. Lahir dari keluarga mapan, mendapatkan pendidikan yang baik, karir yang gemilang, serta peduli pada sesama. Bukankah tokoh Ratna ini begitu mengikuti karakter manusia sempurna ala pelajaran PPKN yang didoktrinkan Orde Baru?

Janus, karakter pendukung dalam novel ini. Digambarkan seperti apa Janus? Jika Ratna digambarkan sesempurna paparan saya, Janus pun begitu. Memiliki jabatan yang bagus diperusahaan, ganteng, kaya, dan perhatian pada Ratna, pacarnya.

Bukankah mereka berdua adalah pasangan serasi? Ya, mereka adalah wujud pasangan utopis di kehidupan realis ini.

Sebenarnya, isi buku ini tidak melulu membicarakan Ratna dan Janus. Penulis ingin fokus memperkenalkan keindahan alam Indonesia, bahwa ada jutaan tempat eksotis namun tak pernah terjamah. Saya mengapresiasi baik pengenalan penulis pada beragam budaya di Indonesia. Ia memotret keindahan budaya Toraja dan Kalimantan. Namun, lagi-lagi kisah Ratna seperti sesuatu yang tak tepat diletakkan di novel ini.

Jika suatu hari, saya akan diberi kesempatan bertemu penulisnya, saya akan mengajukan pertanyaan. Mengapa karakter Ratna harus dibuat demikian?

Untuk buku ini, saya memberinya bintang tiga. Selamat membaca.

Sabtu, 07 Juni 2014

Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

BY Unknown IN , , , No comments

Judul : Muhammad Lelaki Penggenggam Hujan 
Penulis : Tasaro GK
Penerbit : Bentang
Tahun terbit : Maret 2010
ISBN13 : 9789791227797
Bahasa : Indonesia
Seri : I
 
 
Siapa yang mengenalmu, akan mencintaimu. Sungguh. Cintanya semurni dirimu yang dipenuhi cinta. Kasihmu tak terbatas hanya pada manusia saja. Kelembutanmu bahkan menjadi pergunjingan semesta alam. Dan kau tahu itu. Walau begitu, tak ada satupun alasan yang membuatmu meninggikan hati. Engkah malah merendah dalam keagungan dan kemuliaanmu. Engkau Muhammad, lahir dari seorang perempuan mulia bernama Aminah. Tahun kelahiranmu penuh keajaiban. Ada berkah yang mengalir terus-menerus sejak kau lahir. Bahkan, rahmat selalu mengiringi pertumbuhanmu. Engkau suci sejak lahir.

Wahai, Lelaki yang jauh dari keburukan... (Muhammad, Lelaki Penggenggam Hujan, hal. 181)

Aku bahkan tak sanggup menyerap setiap keindahan bahasa yang ditujukan padamu. Kisahmu begitu puitis serta heroik. Tak heran ketika seseorang bernama Kashva mencarimu. Bukankah ada banyak pencari lain tentangmu selainnya. Dan kau tahu itu. Kau tahu bahwa kau akan dicari hingga hari akhir kelak. Meski kisahmu belum  dirangkai seindah menggambarkan sosok dan keagunganmu selayaknya kau diagungkan, setidaknya perpaduan kisah pencarian akan menjelaskan bahwa kau sangat pantas untuk itu.

Muhammad, hadirmu adalah pelengkap sekaligus penutup para nabi. Kedatanganmu telah dikabarkan para nabi sebelummu. Kitab suci yang turun sebelum kau lahirpun menyebutkan kedatanganmu.

Zarduhst, sang nabi Persia, meramalkan, jika seorang juru selamat dilahirkan, di langit malam akan bersinar bintang dengan kecemerlangan tak berbanding

Kashva kemudian melakukan korespondensi dengan berbagai orang dari wilayah lain. Salah satunya dengan El, pemuda biara. Dalam suratnya, mereka membicarakanmu. Bagaimana orang-orang memiliki kebiasaan akan datang berbondong-bondong ketika mengetahui bahwa juru selamat telah lahir.

Jauh sebelum Yesus, bangsa Persia dan Magian begitu mendambakan kedatangan seoang juru selamat. Mereka selalu berbondong-bondong  ke mana pun setiap mendengar kabar perihal kelahiran seorang juru selamat sembari membawa berbagai hadiah

Terkadang, aku merasa ada yang janggal dari kisah yang kerap diceritakan padaku di masa kecil. Bagaimana mungkin semesta mempertanyakan ciptaan Tuhan yang begitu sempurna. Ku ingat kisah pertanyaan makhluk langit. Mereka kebingungan akan apa yang akan diciptakan oleh Tuhan. Kau sempurna, diciptakan dari kemuliaan dan penghambaan. Keseimbangan dirimu, pengejawantahan semesta ada padamu.

Meski banyak hal yang membuatku tidak sepakat pada isi buku ini, namun kita harus moderat menilainya. Jarak hidup yang jauh serta berulang kalinya kisahmu diceritakan membuat kita hanya mengutip riwayat. Namun bagiku tak masalah. Itulah eksistensimu yang hadir pada relung para pencari.

Hal yang menarik juga terjelaskan dalam alur cerita tentang perang. Bahwa setiap peperangan yang terjadi pada waktu engkau Muhammad memimpin bukanlah peperangan untuk melanggar hak kemanusiaan, melainkan sebuah perang untuk memuliakan manusia. Terkait dengan penyerangan Mekkah ketika Muhammad menetap di Madinah adalah sebuah perang menghancurkan berhala, patung, yang kaum Quraisy sebut sebagai Tuhan. Ia malah menjamin perlindungan setiap orang yang bersaksi atas nama Tuhan.

 Tak pernah habis cerita tentangmu Ya Rasul, bahkan ketika kisah dalam buku ini diakhiri, sebenarnya tak terbatas hikmah tentangmu yang bisa diwariskan peradaban. Salam alaika ya rasul.

Selasa, 13 Mei 2014

Demi God

BY Unknown IN , , No comments

Judul : Demi God
Penulis : Bahar Azwar
Format : Paperback 
Jumlah Halaman : 256
Tahun Terbit :  May 2005
Penerbit : Gagas Media
ISBN : 979360073X

***

Saya lupa kapan tepatnya saya membaca buku ini. Seingat saya, buku ini saya dapatkan di tumpukan buku-buku discount di sebuah toko buku di Makassar. Awalnya, saya menganggap bahwa buku ini seperti buku fantasi sejarah yang lebih banyak berisi mitos.. Melihat sampul buku, saya siap untuk diajak bertualang ke masa silam. Gambaran di kepala saya, peperangan, perkelahian, pemberontakan akan mengiasi isi buku. Saat pertama kali membukanya, saya salah.  

Sampul belakang buku menyatakan seperti ini:
 
AHLI bedah adalah demigod. Titisan dewata ini diutus Penguasa Semesta Alam turun ke dunia sebagai penyebab kesembuhan. Bersenjatakan sebuah pisau penyembuh, Ropanasuri, ia malang melintang di arena berdarah melawan penyakit, dalam drama yang sudah dimainkan sejak dunia terkembang. Tragedi kadang tak terhindarkan tatkala kuasa terasa mutlak, tawaduk menjadi ria, rasio tercemar dengan rasa serta iringan nyanyian syaitan menyerukan Engkaulah Tuhan. Di saat itu pula ksatria tergelincir menjadi paria

Halaman demi halaman dari buku ini memang berisi peperangan, perkelahian, hingga pemberontakan. Namun ini sesuatu yang menjadi konflik para tokoh. Bukan perkelahian sesuangguhnya di atas tanah. Sesuatu yang lebih sulit, merasuk pada pemikiran mereka. Ini adalah sebuah bacaan bergenre science fiction. Dikemas dengan latar belakang dunia medis lengkap dengan seluk-beluk rumah sakit, profesi kedokteran, hingga kepanikan di ruang operasi. Menulisnya membutuhan riset yang bisa mengakses beberapa informasi rahasia tertentu.

Kehebatan sosok doktek bedah yang sering saya nonton di layar kaca menjadi kisah menegangkan di buku ini. Kita disuguhi pandangan lain tentang profesi dokter. Jika kalian pernah menonton film Good Doctor dari Korea Selatan, informasi ruang bedah juga dibahas dalam buku ini. Namun film tersebut dan buku ini berkisah dalam sudut pandang yang berbeda.

Seperti yang disampaikan oleh uraian singkat buku ini, Demigod diutus kedunia untuk membawa kesembuhan. Meski sebenarnya, bukan Demigod atau ahli bedah itu sendiri yang menyebabkan kesembuhan. Ada yang lebih pantas menyembuhkan yang memberikannya kepada Demigod.

Fiksi ini menawarkan angin segar bagi mereka yang ingin berpikir. Bab demi bab memang membawa kita bertualang hingga banyak rumah sakit di Indonesia. Ternyata, setiap rumah sakit di setiap daerah memiliki keterkaitan.

Meski kisah fiksi, nampak nyata penulisnya melakukan riset mendalam. Sisi psikologis seorang dokter yang melakukan malpraktik juga ditampakkan di sini. Sesungguhnya, malpraktik menjadi pesan lain yang tak nampak di sini. Kita sebagai pasien, hanya tahu bagaimana profesi dokter melakukan tindakan medis tanpa pernah berkompromi dengan pasiennya terlebih dahulu. Novel ini juga menguraikan bagaimana sesama profesi dokter akan saling melindungi dalam dunia keprofesian hingga ranah hukum ketika ada yang melakukan kesalahan di dalam ruang operasi.

Petualangan ini seperti nyata dan memiliki sejarah masa lalu. Ada mitos yang berkembang bagi profesi ini di dunia nyata, ahli bedah. Melalui buku ini, penulis seperti ingin menyampaikan bahwa terkadang kita terlalu berharap pada orang yang sebenarnya sama terbatasnya dengan kita. Mengingatkan agar tidak lupa sebagai orang yang dititipi pengetahuan. Bukan yang mengendalikan pengetahuan itu.

Lalu, masihkah anda menganggap bahwa ahli bedah adalah dewa?
 
selamat membaca.
selamat bertemu di ruang operasi

Jumat, 02 Mei 2014

Galaksi Kinanthi

BY Unknown IN , , No comments

Judul : Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?
Penulis : Tasaro GK
Format : Paperback 
Halaman : 432 pages
Tahun terbit : Januari 2009
Penerbit : Salamadani
ISBN : 9789791803595
Edisi : Bahasa Indonesia
Penghargaan : Anugerah Pena for Fiksi Terpuji (2009)
*** 

Saya sempat hapal mantra paling wajib dalam untaian kalimat yang berhasil membuat banyak pembaca bergetar.
Begini cara kerja sesuatu yang kau sebut cinta. Engkau bertemu seseorang, lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya. Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh, dan terbelah ketika dia menjauh
Tasaro GK memang pandai meramu kata. Kekuatan riset yang mendukung juga menjadi nyawa dari karya ini. Tema tulisannya tak jauh dari perempuan. Lebih tepatnya menyorot kisah tenaga kerja perempuan yang bekerja di luar negeri. Beberapa di antara mereka mendapatkan hidup layak. Beberapa di antara mereka pula harus merasakan pahirnya hidup di negeri orang.

Sesuai judulnya, nama tokoh utama dalam novel ini adalah Kinanthi. Seorang perempuan yang dibesarkan di desa. Ketika menginjak remaja, orang tuanya menukar Kinanthi dengan beras. Ajuj, sahabatnya, harus merelakan bagaimana Kinanthi pergi dari hidupnya. Kinanthi, gadis kecil yang tumbuh deiring tempaan waktu tetap menyimpan rasa rindu pada Ajuj, sekaligus benci.

Awalnya saya lupa, bagaimana perempuan dituliskan dalam kisah ini. Kepiawaian Tasaro membuat saya terlena bahwa kisah Kinanthi sesungguhnya tidak dituliskan dalam sudut pandang seorang perempuan. Ia dituliskan dalam sudut pandang lelaki. Benarkah lelaki memandang perempuan lebih banyak sebagai objek eksploitasi?

Tidak untuk menuntut sebenarnya, namun menurut saya ada cara pandang melihat perempuan yang sulit ditafsirkan. Begitu saja, mengalir. Padahal, banyak muatan psikologi di novel ini yang bagus untuk diapresiasi kembali.

Realita perempuan yang digambarkan adalah fakta yang terjadi di belahan bumi manapun. Diskriminasi hingga perdagangan manusia adalah tema yang mewarnai sebagian besar isi buku..

Melalui gambaran kisah Kinanthi dan Ajuj, kita diajak bertualang melihat budaya timur dan barat berpengaruh terhadap kehidupan manusia, khususnya masyarakt desa. Bagaimana kehidupan sosial mengubah banyak orang. Tentang peristiwa masa lalu dan yang digeluti kini oleh manusia modern tak pernah lepas dari masa lalunya. Sebenarnya, saya menyimpan sebuah ketakutan ketika membaca buku ini di awal. Semoga akhir buku ini tidak menyimpulkan bahwa seorang perempuan yang baik adalah mereka yang sukses dalam karir.

Bercermin pada perjalanan Kinanthi, hidup memberikannya makna dengan cara yang harus dilaluinya. Hidup Kinanthi tak mulus. Ia harus merasakan bagaimana dikirim menjadi seorang tenaga kerja ilegal ke Saudi Arabia. Di saat yang sama, Tasaro mempertontonkan dengan gamblang bagaimana Saudi seharusnya tidak menjadi tujuan kita mengirimkan tenaga kerja. Beberapa di antara mereka diperlakukan selayaknya binatang. Mungkinkah kemanusiaan dilelang di tanah suci kelahiran Baginda Nabi?

Kritik pada banyak kalangan begitu mengena dari narasi milik Tasaro. Kritik paling tajam diarahkan pada pemerintah yang harus mengeluarkan regulasi tentang keamanan TKI khususnya perempuan. Berada jauh dari rumah membuat semua kemungkinan buruk bisa terjadi. Pemerintah punya PR besar ketika sejumlah kasus tentang pekerja migran bergaung di media.

Tahun 2014 saja bahkan telah dibuka dengan kisah Satinah, tenaga kerja yang terancam dihukum mati. Mesti kasusnya telah lama bergulir, barulah pada detik-detik terakhir tenggat pembayaran denda baginya mencuat di media nasional kita. Ini emperlihatkan bagaimana pemerintah tidak serius menanggapi isu ini. Selain itu, kita memang lemah pada sisi payung hukum. Cerita ini menurut penulisnya bukan rekaan semata. Ini diangkat dari kisah nyata.